Pantau Covid-19

Positif

COVID-19 INDONESIA

POSITIF, SEMBUH,
MENINGGAL

Update Hari ini:

Anak Melawan Orang Tua Ini Faktor Penyebab Yang Harus Diketaui, Beserta Solusi Untuk Mencegahnya



MOEGNZONE.COM - Anak merupakan keturunan dari orang tua, seorang anak bisa berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.

Menurut psikologi, anak adalah priode dimana perkembangan yang merentang dari masa ketika bayi hingga mencapai usia lima atau enam tahun. Priode ini disebut denga prasekolah, dilanjutkan setara dengan tahun sekolah dasar.

Sedangkan menurut UU Peradilan Anak No. 3 tahun 1997, Pasal 1 ayat (2), "Anak adalah orang dalam perkara anak nakal yang telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai 18 (delapan belas) tahun dan belum pernah menikah.

Tentunya setiap orang tua selalu menginginkan anaknya sebagai anak yang patuh dan taat pada orang tuanya. Tapi sayangnya sebagian anak, terutama yang sedang beranjak remaja sering melawan orang tuanya.

Memang semakin dewasa, anak akan sulit untuk diatur. Mereka memiliki pandangan dan pendapat sendiri mengenai hal yang diyakininya itu benar.

Sehingga tidak jarang dijumpai anak remaja maupun dewasa suka ada yang melawan orang tuanya.

Tentunya semua itu pasti ada sebab dan akibatnya. Tidak mungkin ada asap kalau tidak ada api bukan.


1. Komunikasi yang kurang tepat
Penyebab ini mungkin sebagian besar pernah mengalaminya, terkadang ketika orang tua berkomunikasi dengan anaknya selalu berujung dengan pertengkaran.

Salah satu kesalahan yang mendasar ialah terletak pada nasa suara atau intonasi dan pemilihan kata yang salah.

2. Orang tua selalu mengkritik
Kritikan maupun saran kepada anak merupakan hal yang baik, akan tetapu sampaikanlah dengan bijak. Jangan sampai hanya mengucapkan hal negatif tentang anak.

Komunikasi yang hanya berisikan kritik atau suruhan saja akan menjadikan anak selalu merasa disalahkan oleh orang tuanya.

Akibatnya anak akan melawan untuk membantah kritikan orang tuanya, dan akan merasa tidak betah berada dirumah jika terus dalam kondisi seperti ini, sehingga mulailah mencari kesenangan diluar rumah. Tidak jarang ada anak yang sampai tidak pulang jika kondisinya lebih parah.

3. Orang tua tidak memahami pembicaraan anak
Perbedaan generasi anak dan orang tua menyebabkan perbedaan komunikasi, hal ini mengakibatkan seringnya terjadi kesalahpahaman dan membuat anak melawan orang tuanya.

Terkadang orang tua memberikan jawaban yang tidak ada hubungannya atau melontarkan perkataan tidak nyambung dengan pembicaraan sang anak.

4. Pengaruh lingkungan anak
Pengaruh lingkungan juga mempengaruhi yang turut andil dalam menyebabkan anak bisa melawan orang tuanya. Biasanya hal ini berkaitan dengan tempat-tempat pergaulan anak setiap harinya, entah lingkungan sekolah maupun rumah.

Selain itu, lingkungan juga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait dengan tingkah lakunya.

Ketika ada orang lain atau teman yang biasa melawan orang tua, maka bisa jadi hal tersebut ditiru sehingga ikut-ikutan melawan orang tua.

5. Sikap otoriter orang tua kepada anak
Sikap yang terlalu menekan dan memaksa anak untuk menuruti semua keinginan orang tua tanpa memperhatikan keadaan dan kemampuan anak, akan menjadikan sang anak berontak.

Sikap otoriter ini biasanya didasari perasaan merasa serba tahu yang dimiliki orang tua, termasuk serba tau mengenai apa yang terbaik untuk anaknya. Bahkan orang tua sering menganggap bahwa cara tegas dan keras ini dapat berhasil dalam membimbing dan mendidik anak.

Padahal dengan terus-terusan seperti itu anak akan merasa ditekan, dipaksa, dan ketika sudah tidak mampu menurutinya. Anak akan berontak dan melawan.

6. Keinginan anak yang tidak terpenuhi
Seorang anak pastinya memiliki keinginan tersendiri, dimana tidak semua dapat dipenuhi oleh orang tuanya.

Keinginan yang tidak dapat terpenuhi itulah yang kemudian menjadi penyebab seorang anak melawan kepada orang tuanya.

7. Keharmonisan orang tua dengan anak
Hubungan yang kurang harmonis antara anak dan orang tua akan menjadikan ikatan kasih sayang dan pengertian berkurang.

Kondisi ini menyebabkan rentan menimbulkan berbagai masalah diantara anak dan orang tua.

8. Kurangnya bimbingan orang tua kepada anak
Kurangnya bimbingan dan perhatikan orang tua dalam pertumbuhan anak yang disebabkan terlau sibuk atau acuh, akan mengakibatkan anak hanya dibekali dengan materi semata.

Akibatnya anak kurang perhatian, bimbingan, dan didikan yang menyebabkan kurangnya mendapat pelajaran sopan santun dan sikap baik lainnya.

9. Terlalu memanja anak
Memanjakan anak dengan selalu memenuhi kebutuhan dan keinginannya akan menjadikan anak tumbuh rapuh.

Sehingga ketika anak tidak dapat sesuatu yang di inginkannya maka dia akan melakukan perlawanan.

Perlawanan ini merupakan bentuk protes sang anak kepada orang tuanya yang tidak mampu memenuhi keinginannya.

10. Mencontoh orang tua
Harus di ingat, orang tua merupakan figure rule models bagi anaknya. Apa yang dilakukan orang tua akan dicontoh oleh anak.

Seperti halnya ketika anak melihat orang tuanya sering bertengkar atau bersikap keras kepala.

Lebih parah lagi kalau sang anak menjumpai orang tua mereka tidak patuh kepada kakek dan neneknya, yang dimana kakek dan nenek tersebut merupakan orang tuanya sendiri.

Kondisi ini sewaktu-waktu dapat ditiru dan anak pun terdorong untuk melalukan hal serupa melawan orang tuanya.

Jadi bagaimana dengan anak-anak para orang tua sekalian? Jangan sampai terpancing berkata-kata atau bersikap kasar terhadap anak ketika ada anak yang melawan.

Hadapi dia dengan tenang. Jika emosi terlihat sudah reda dan sedikit tenang, dekati dia dan rangkullah kemudian ajak dia membicarakan masalahnya baik-baik.

Sebelum terlambat, dan belum terjadi. Anda para orang tua bisa melakukan sesuatu tindakan yang dapat dilakukan agar anak tidak melawan orang tuanya, diantaranya:

Membangun komunikasi yang baik dan efektif
Komunikasi yang baik serta efektif akan membuat perasaan saling mengerti antara anak dan orang tua.

Artinya, orang tua tidak hanya menjadi orang yang ingin dimengerti oleh anaknya sebagai orang yang lebih tua dan patut dihormati, tapi sebagai orang tua juga harus mengerti apa yang diinginkan anaknya.

Dalam membangun komunikasi ini, usahakanlah untuk menjadi pendengar yang baik. Perhatikan intonasi, ekspresi, dan bahasa tubuh agar Anda sebagai orangtua memahami anak.

Jika komunikasi antara anak dan orang tua sudah nyaman, sang anak akan dengan sendirinya menceritakan semua keluh kesahnya kepada orang tua. Dan tidak akan mencari orang lain untuk bercerita, seperti halnya pacar atau teman.

Menunjukan rasa empati
Perlihatkan rasa empati Anda sebagai orang tua kepada anak. Terutama ketika sedang berkomunikasi atau berbicara, rasa empati inilah yang akan membantu Anda sebagai orang tua bisa memahami perilaku anak, terkait hobi, kebiasaan dan sikapnya.

Meluangkan waktu dengan anak
Sesibuk apapun orang tua, luangkan waktu untuk sekedar bicara dari hati ke hati dengan anak. Cari tahu apa yang sedang disukai anak, apa yang tengah dirasakannya atau apa yang diinginkannya. Jika anak ada masalah, cobalah cari solusinya.

Mencintai anak dengan tulus
Perlakuan penuh kasih sayang dan lemah lembut kepada anak, dan mengajarkan mereka sopan santun dan ahlak yang baik. Dengan cinta yang tulus orang tua, anak akan merasa malu jika melawan orangtuanya.

Yang terpenting, ajarkan anak ajaran agama yang baik sejak dini. Sebab ajaran agama akan mencegah perbuatan negatif yang merugikan orang lain. Usahakan kalau bisa bimbing dan ajarkan oleh Anda sendiri sebagai orang tua, jika tidak mampu jangan lepas tangan dengan menitipkan di pondok tanpa memperhatikan anak.

Karena sejatinya anak ibarat sebuah kertas yang polos dan bersih. Maka orang tua lah yang memberikan isi didalamnya.

0 Response to "Anak Melawan Orang Tua Ini Faktor Penyebab Yang Harus Diketaui, Beserta Solusi Untuk Mencegahnya"

Post a Comment

Selamat datang di Moegnzone.com, silahkan beri komentar Anda di artikel ini, berkomentarlah yang sopan dan sesuai isi artikel

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel